Bedanya bimbel dan Pelatihan Teknik Belajar

HENTIKAN BIMBINGAN BELAJAR ANAK ANDA SEKARANG !!

Kecanduan Bimbingan Belajar, Bisa Membuat Anak Anda :

  • Tidak Mandiri dalam mempelajari mata pelajaran sekolah
  • Kehilangan waktu untuk meningkatkan skill dan Hobi
  • Meningkatnya Stress pada Anak

anak_stress_belajarYa. Kami menyampaikan apa adanya. Apa yang terjadi merupakan fakta dan berdasarkan survey kami dari pengalaman para siswa. Mengapa ini Terjadi ? Klik Di sini

Tahukah anda, bekal terpenting untuk anak anda adalah CARA BELAJAR. Dengan mengetahui dan mempelajari cara belajar efektif, anak bisa mempelajari mata pelajaran apapun yang dia mau dan dengan metode yang sesuai dengan kepribadian mereka.

Tuhan telah memberikan manusia beragam kelebihan dari mahluk lainnya. Dan otak merupakan sebuah modal yang lebih dari cukup untuk bekal kehidupan bila kita tahu cara menggunakannya secara tepat.

Kebanyakan orang tua dan guru sangat khawatir dan cenderung memiliki ketakutan yang berlebihan atas masa depan anak. Dan seringkali, kesuksesan selalu dikaitkan dengan nilai raport yang bagus. Padahal kita semua tahu, bahwa setiap anak memiliki level kecerdasan dan kemampuan yang sangat beragam. Dan ini tentunya menuntut cara belajar yang berbeda saat seorang anak ingin menguasai satu bidang keahlian tertentu.

Apa yang dipelajari di sekolah dan bimbingan belajar, seringkali terfokus pada mata pelajaran sehingga menjadikan mata pelajaran sebagai Subjek sementara siswa malah menjadi objek (Lihat di sampul buku atau buku tulis, SUBJEK selalu diisi dengan Mata Pelajaran). Hal inilah yang menjadikan hambatan anak dalam belajar.

Akan berbeda bila anak menjadi Subjek yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk mempelajari, sedangkan mata pelajaran menjadi objek yang bisa dipelajari. Hal ini membuat sebuah perbedaan besar pada saat anak mempelajari mata pelajaran tersebut. Anak memiliki banyak keleluasaan dalam menelaah keilmuan dengan cara belajar dan metodenya sendiri. Sehingga sebuah mata pelajaran akan dipandang benar – benar berdasarkan sudut pandang yang mempelajarinya.

Tentu, cara belajar ini akan lebih mudah dipahami oleh anak ketimbang memaksakan sudut pandang guru akan mata pelajaran yang belum tentu sesuai dengan pikiran anak.

 

Mengapa menjadikan Mata Pelajaran sebagai Subjek bisa memunculkan hambatan belajar ?

Mata pelajaran apapun memiliki perkembangan. Apakah anda mengalaminya ? Contoh kecil pada mata pelajaran IPA. Saat kita belajar dulu, PLUTO adalah planet, namun penelitian terbaru menyebutkan bahwa pluto bukanlah sebuah planet. Dan banyak lagi perubahan lainnya yang bisa menyesatkan cara berpikir anak bila kita membuat mereka terfokus pada mata pelajaran, dan bukan pada cara belajar.

Ingat, anak kita tidak terus hidup di sekolah dan tidak terus menerus mempelajari mata pelajaran di sekolah. Mereka akan tumbuh dewasa dan mempelajari beragam mata pelajaran hidup untuk meningkatkan skill atau kemampuan mereka sebagai bekal kehidupannya.

Karena itulah, mempelajari Cara Belajar yang tepat atau metode belajar efektif menjadi penting sebagai bekal dasar anak untuk mengarungi pelajaran hidupnya.

Kemampuan Otak dalam Belajar

cara kerja otak

Rasanya baru sebentar belajar, otak ku sudah terasa penuh

Ya, itulah yang dirasakan oleh sebagian besar siswa pembelajar. Seolah – olah otak mereka sudah tidak mampu lagi menampung informasi baru yang didapat dari sebuah kegiatan belajar.

Apa sebenarnya yang terjadi ? Apakah benar otak sudah penuh ? Atau para pembelajar yang belum tahu cara mengelola otak?

Faktanya otak memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap informasi baru. Dan tahukah anda? kalau otak di dalam kepala kita ini bisa menyimpan data sebanyak ±8 miliar terabyte (menurut penelitian terbaru bahkan lebih dari itu). Wow amat banyak sekali. Itu sama dengan anda mendownload triliyunan Video yang ada di Youtube ! dan itu pun masih tersisa.

Lalu mengapa otak terasa penuh, padahal memiliki ruang penyimpanan yang sangat luas ? Itu karena cara kita menyimpan informasi yang belum tepat. Sama seperti halnya kita memasukan barang – barang ke dalam tas ransel, saat kita tidak rapi menyusunnya tentu lebih sedikit barang yang bisa masuk ke dalam tas tersebut.

Untuk membuat tas tersebut mampu menampung lebih banyak barang, kita bisa merapikannya, memasukan kategori barang ke kantong – kantong tas yang berbeda sehingga mempermudah kita untuk mengambilnya di saat kita perlu.

Begitu pula otak kita. Akan terasa penuh sekali bila kita tidak rapi mengkategorikan sebuah informasi yang baru di dapat dari kegiatan pembelajaran. Karena itu, untuk memaksimalkan fungsi otak, kita pun perlu menyusun informasi yang masuk secara rapi terkategori. Kemudian mengasosiasikan dengan ingatan yang sudah ada sebelumnya.

Contoh kecil dalam kehidupan sehari hari dalam mengingat nama misalnya. Bila anda termasuk orang yang cepat lupa nama orang yang baru anda kenal, anda bisa membuat nama orang tersebut tersambung dengan data yang lain yang sudah ada dalam otak.

Caranya cukup mudah, saat anda menggenggam tangan kenalan anda, dan orang tersebut menyebutkan nama mereka, perhatikan imajinasi apa yang muncul dari nama yang disebut ? apa yang anda dengar ? apa rasa genggaman tangannya ? Nah, sambungkan Nama, imajinasi, pengalaman anda mendengar, dan rasa genggaman tangan orang tersebut. Anda akan ingat lebih lama nama orang tersebut.

Selamat mencoba !

Sudah Bimbel dan Privat, Nilai masih jelek

Stress_Belajar

Keluhan umum yang sering terdengar dari para orang tua saat melihat raport anak yang banyak merahnya yaitu “Sudah bimbel dan privat, nilai masih jelek…”

Ya, tentunya orang tua menginginkan yang terbaik untuk buah hati mereka, tapi apakah hal terbaik itu sudah pasti tepat untuk anak ? Sebagian besar para orang tua meniru keluarga lainnya dalam memberikan keputusan untuk anak mereka.

Contoh bila anak tetangga kursus bahasa inggris di lembaga A dan kemudian mampu, para orang tua kemudian berasumsi bahwa “Lembaga tersebut bagus dan kemungkinan cocok untuk anak saya”. Namun saat menemukan hasil yang terjadi mengecewakan, pihak lembaga dan anak yang seringkali disalahkan.

Tindakan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun bila kita selaku orang tua lebih bijak dalam membimbing pembelajaran anak, tentu kita memiliki sudut pandang yang berbeda saat menyikapi kegagalan anak dalam proses belajarnya.

Bila kita telaah lebih dalam lagi mengenai kasus nilai jelek yang didapat oleh anak, kita akan menemukan banyak sekali factor yang mendukung nilai jelek tersebut terjadi. Berikut ini adalah beberapa factor penyebab terjadinya nilai yang jelek pada anak

Anak belum mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar

Lingkungan merupakan sebuah factor pendukung untuk menumbuhkan minat belajar yang tinggi pada anak. Membantunya mempersiapkan diri untuk beradaptasi pada lingkungan, merupakan bentuk perhatian orang tua pada pembelajaran anak. Karena itu, berilah waktu luang agar anak bisa mencurahkan apa yang terjadi di lingkungannya agar anda tahu bagaimana anak bersikap pada lingkungan mereka.

Kurangnya konsentrasi belajar

Anak pun memiliki beragam problem pikiran yang bisa mengganggu konsentrasi belajar mereka. Seperti problem social dengan teman – teman mereka, masalah keluarga, target – target pribadi yang ingin dicapai, dan beragam hal lainnya. Hal inilah yang kemudian mengganggu konsentrasi mereka dalam belajar

Menurunnya percaya diri atau demotivasi saat menghadapi ujian

Saat ujian tidak hanya memerlukan persiapan kognisi, melainkan juga mental. Sangat mungkin seorang anak yang sudah siap secara pengetahuan tiba tiba tidak mampu menjawab soal karena grogi, kurang percaya diri pada kemampuannya, dan menurunnya tingkat motivasi mereka.

Anak mengalami kejenuhan belajar

Kejenuhan sangat wajar dialami oleh seseorang. Pandangan yang kurang tepat mengenai belajar pada anak dan tingginya tugas belajar yang dibebankan bisa menjadi pemicu kejenuhan belajar muncul.

Metode Pengajaran yang belum cocok dengan gaya belajar anak

Sebagian besar program bimbel dan private memiliki metode pengajaran yang monoton sementara gaya belajar anak sangatlah beragam. Ketidak cocokan antara metode pengajaran yang diterapkan dengan gaya belajar anak mengakibatkan hambatan belajar. Sehingga informasi menjadi lebih sulit ditangkap dan dicerna.

Kondisi kesehatan anak

Anak belum sepeka orang dewasa pada tubuh mereka, seringkali mengabaikan kondisinya. Gangguan kesehatan bisa berdampak pada gangguan proses berpikir. Saat proses pembelajaran, anak yang kurang sehat tentu memiliki daya tangkap yang lebih lambat.

Selain factor di atas, masih banyak factor lain yang bisa kita temukan. Hal terpenting sebagai orang tua adalah membimbing mereka dengan tepat dan tidak terlalu berlebihan menyikapi kegagalan saat anak menghadapi masalah belajar.